Cerita di Balik Cover "Groovy" The Lantis untuk Lagu Ikonik Naif, "(Jangan Terlalu) Posesif"
Di rangkuman chart musik minggu ini, satu nama debut menarik perhatian: The Lantis, yang langsung masuk chart lewat "(Jangan Terlalu) Posesif" di posisi 15. Berbeda dari kebanyakan debut lain yang biasanya berupa karya orisinal, lagu ini justru sebuah penghormatan — interpretasi baru dari salah satu lagu paling ikonik milik Naif.
Siapa The Lantis
The Lantis adalah grup musik beranggotakan Giri (bass), Ravi (gitar), Ojan (gitar), Feisal (keyboard), dan Vio (drum). Sejak awal terbentuk, musik Naif sudah jadi salah satu fondasi terbesar yang membentuk selera dan cara bermusik mereka — bukan sekadar inspirasi biasa, tapi rujukan yang benar-benar membentuk karakter musikal grup ini.
Cerita di Balik Cover Ini
"(Jangan Terlalu) Posesif" dirilis 24 Juli 2026, menjadi penghormatan The Lantis untuk Naif — band yang sempat menjadi salah satu nama besar musik Indonesia sebelum menyatakan bubar pada 2021. Alih-alih mengubah total aransemen aslinya, The Lantis memilih mempertahankan identitas lagu tersebut, hanya menambahkan satu bait pembuka baru garapan produser Vega Antares sebagai pengantar cerita versi mereka.
Menurut Giri, karakter musik The Lantis memang sudah cukup mirip dengan Naif sejak awal, sehingga perubahan besar pada aransemen justru berisiko menghilangkan identitas keduanya sekaligus. Karena itu, perbedaan yang mereka tonjolkan lebih ke arah nuansa dan emosi — versi The Lantis dibuat lebih ringan dan groovy dibandingkan dengan versi aslinya yang lebih dikenal energik.
Tentang Maknanya (Versi Baru)
Yang membuat interpretasi ini terasa istimewa bukan cuma soal musik, tapi juga sudut pandang baru yang ditawarkan terhadap makna liriknya. Kalau selama ini sifat posesif dalam hubungan sering dipandang sepenuhnya negatif, The Lantis justru menempatkannya di wilayah abu-abu — sebagai emosi kompleks yang bisa lahir dari rasa sayang yang besar, bercampur dengan kecemasan dan ketakutan kehilangan seseorang yang berarti. Menurut Ojan, lagu ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi maupun membenarkan sikap posesif, melainkan menjadi ruang penerimaan atas kerumitan perasaan yang wajar muncul ketika seseorang sedang jatuh cinta.
Bagi The Lantis sendiri, proyek ini punya makna yang jauh lebih personal dibanding sekadar merilis single baru — mereka menyebutnya semacam "surat cinta" untuk salah satu inspirasi terbesar perjalanan bermusik mereka.
FAQ Singkat
Siapa pencipta asli lagu "(Jangan Terlalu) Posesif"? Lagu ini aslinya milik Naif, band yang sempat jadi salah satu nama besar musik Indonesia sebelum menyatakan bubar pada 2021.
Apa yang membedakan versi The Lantis dari versi asli Naif? The Lantis mempertahankan aransemen inti lagu tersebut, hanya menambahkan satu bait pembuka baru serta nuansa yang lebih ringan dan groovy dibanding versi aslinya.
Bagaimana The Lantis memaknai ulang tema posesif dalam lagu ini? Mereka menempatkannya di wilayah abu-abu — bukan sepenuhnya negatif, melainkan emosi kompleks yang bisa lahir dari rasa sayang besar bercampur kecemasan kehilangan seseorang.