Profil Tulus: Cerita di Balik 'Teh Hijau' (2026)

Kenalan lebih dekat dengan Tulus, musisi di balik "Teh Hijau" yang sudah 8 minggu bertahan di puncak tangga lagu Indonesia.
 Profil Tulus: Cerita di Balik 'Teh Hijau' (2026)

Profil Tulus: Cerita di Balik "Teh Hijau" yang Bertahan 8 Minggu di Puncak Chart

Kalau kamu sempat baca rangkuman chart musik minggu ini, satu nama pasti langsung mencuri perhatian: Tulus, yang lewat "Teh Hijau" sudah delapan minggu berturut-turut bertahan di posisi puncak tangga lagu Indonesia. Reign sepanjang itu jarang terjadi di chart lokal belakangan ini, jadi ini saat yang pas untuk kenalan lebih dekat dengan sosok di baliknya — mulai dari latar belakang kariernya, sisi lain yang jarang disorot sebagai mentor musisi muda, sampai fakta-fakta terbaru seputar comeback single-nya ini.

Perjalanan Karier

Sebelum dikenal sebagai salah satu musisi solo paling konsisten di Indonesia, Muhammad Tulus — lahir 20 Agustus 1987 di Bukittinggi, Sumatera Barat, dan berdarah Minangkabau — sempat menempuh pendidikan arsitektur dan bekerja di bidang itu sebelum akhirnya total terjun ke dunia musik. Ia debut lewat album self-titled "Tulus" pada 2011, yang langsung diganjar predikat Rookie of the Year dari Rolling Stone Indonesia pada 2013 sekaligus dinobatkan sebagai salah satu Album Terbaik Indonesia versi majalah yang sama.
Perjalanan diskografinya terbilang jarang dari sisi frekuensi rilis — Tulus dikenal tidak terburu-buru mengeluarkan materi baru, dengan jarak antar album yang bisa mencapai beberapa tahun. Album kedua, "Gajah", sukses besar dengan produksi 88.000 keping CD fisik — salah satu produksi CD terbesar di Indonesia pada masanya — dan menjadi satu-satunya album berbahasa Indonesia yang masuk daftar 10 Album Terlaris di iTunes Asia selama dua bulan berturut-turut. Bahkan single "Sepatu" dari album ini sempat dirilis ulang dalam versi bahasa Jepang berjudul "Kutsu" pada 2015. Kesuksesan ini berlanjut lewat "Monokrom" (2016), lalu "Manusia" (2022) yang menandai era sebelum jeda panjang hingga akhirnya "Teh Hijau" hadir pertengahan 2026 ini.

Sisi Lain: Tulus sebagai Mentor

Di luar karier bermusik, Tulus juga sempat merambah dunia coaching di industri hiburan Tanah Air. Pada 29 April 2016, ia bergabung sebagai salah satu pelatih di ajang pencarian bakat The Voice Kids Indonesia, berbagi panel bersama Bebi Romeo dan Agnez Mo. Pengalaman ini yang kelak jadi titik awal kariernya berhubungan dengan generasi musisi muda Indonesia — termasuk Bernadya, yang mengikuti audisi The Voice Kids Indonesia musim pertama, dan kini bersaing langsung dengan Tulus di papan atas chart lewat "Teh Hijau", persis seperti yang kita bahas di rangkuman chart musik minggu ini.

Tentang "Teh Hijau"

Sebelum resmi dirilis, Tulus sempat memantik rasa penasaran penggemar lewat unggahan singkat di media sosial: "Sudah garis jalannya, esok 30 Juni 2026" — kalimat yang langsung memicu spekulasi luas mengingat sudah empat tahun sejak rilisan besar terakhirnya. Keesokan harinya, "Teh Hijau" resmi dirilis, menjadi karya pertama Tulus usai sekitar empat tahun sejak album "Manusia". Ditulis sepenuhnya sendiri oleh Tulus — baik lirik maupun melodi — dan digarap bersama Yoseph Sitompul sebagai produser dan pengaransemen musik, lagu berdurasi 3 menit 33 detik ini mengangkat tema tentang fase mati rasa emosional dan proses menerima kehampaan sebagai bagian alami dari perjalanan hidup, alih-alih memaksakan diri untuk segera pulih. Menariknya, aransemen musiknya justru dibuat hangat dan ringan, menciptakan kontras yang terasa disengaja dengan tema liriknya yang cukup berat.
Reaksi publik terhadap lagu ini datang sangat cepat — video lirik resminya, yang digarap oleh desainer grafis dan animator Artnivora, langsung menembus posisi ke-3 Music Trending YouTube tak lama usai rilis. Angka penontonnya terus melesat — dari sekitar 80 ribu penayangan di hari-hari pertama, video ini sudah tembus 4,7 juta penayangan hanya dalam 8 hari sejak rilis, jauh melampaui proyeksi awal untuk sebuah comeback single setelah jeda panjang.

Aktivitas Live Tulus di 2026

Selain sibuk menyambut comeback lewat "Teh Hijau", Tulus juga tetap aktif tampil di panggung sepanjang 2026. Awal tahun ini, ia tampil di IIMS Infinite Live pada 8 Februari, disusul penampilan di Sound Groove Festival Vol. 3 di Uptown Park, Summarecon Mall Serpong, pada 15 Februari — festival yang mengusung konsep "closingan" menjelang bulan Ramadhan dan Tahun Baru Imlek. Kombinasi aktivitas panggung dan comeback single ini menunjukkan 2026 menjadi salah satu tahun tersibuk Tulus dalam beberapa tahun terakhir.

Kenapa Lagu Ini Bertahan Lama di Puncak?

Kombinasi tema yang related buat banyak pendengar — soal kehilangan semangat atau kesulitan membuka hati kepada orang lain — dengan pendekatan musik yang tetap nyaman didengar kemungkinan jadi salah satu alasan lagu ini bertahan lama di puncak chart, alih-alih cuma ramai sesaat di minggu-minggu awal rilis lalu perlahan turun seperti banyak lagu viral lainnya.
Faktor lain yang tak kalah penting: rekam jejak Tulus sendiri. Dengan Rookie of the Year dari Rolling Stone Indonesia di awal karier, penjualan fisik yang pernah menembus puluhan ribu keping, dan pengalaman tampil di berbagai panggung internasional, penggemar sudah punya ekspektasi tinggi terhadap kualitas setiap rilisan barunya — ekspektasi yang tampaknya berhasil dijawab tuntas lewat "Teh Hijau". Jeda empat tahun yang cukup panjang justru bisa jadi keuntungan tersendiri: alih-alih kehilangan momentum, jeda ini justru membuat comeback-nya terasa lebih dinanti dan berkesan.
Dari arsitek yang banting setir jadi musisi, penghargaan Rookie of the Year di awal karier, sampai perannya sebagai mentor bagi generasi musisi muda yang kini bersaing dengannya di chart yang sama — perjalanan Tulus menunjukkan bahwa konsistensi dan kesabaran dalam berkarya bisa membuahkan hasil yang bertahan jauh lebih lama dibanding tren musik yang datang dan pergi setiap minggunya.

FAQ Singkat

Sudah berapa lama Tulus tidak merilis materi baru sebelum "Teh Hijau"? Sekitar empat tahun, sejak album "Manusia" pada 2022.
Siapa yang menulis lagu "Teh Hijau"? Tulus menulis sendiri lirik dan melodinya, dengan Yoseph Sitompul berperan sebagai produser dan pengaransemen musik.
Apa hubungan Tulus dengan The Voice Kids Indonesia? Tulus bergabung sebagai salah satu pelatih The Voice Kids Indonesia pada 29 April 2016, berbagi panel bersama Bebi Romeo dan Agnez Mo — pengalaman yang mempertemukannya dengan generasi musisi muda seperti Bernadya.
Berapa banyak penayangan video lirik "Teh Hijau" sejauh ini? Video ini sempat mencatat 4,7 juta penayangan hanya dalam 8 hari sejak rilis 30 Juni 2026, jauh melampaui angka awal di hari-hari pertama peluncurannya.
Dari mana asal Tulus? Tulus lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 20 Agustus 1987, dan berdarah Minangkabau.
Penghargaan apa yang pernah diraih Tulus di awal karier? Album debutnya, "Tulus" (2011), mengantarkannya meraih predikat Rookie of the Year dari Rolling Stone Indonesia pada 2013, sekaligus masuk daftar Album Terbaik Indonesia versi majalah yang sama.
Labels : #Musik ,

Posting Komentar