Deretan Atlet Wanita Berprestasi di Olimpiade Paris 2024

Kisah prestasi atlet-atlet wanita dari berbagai negara dan cabang olahraga di Olimpiade Paris 2024, dari renang hingga panahan.
Deretan Atlet Wanita Berprestasi di Olimpiade Paris 2024

Deretan Atlet Wanita Berprestasi di Olimpiade Paris 2024

Olimpiade Paris 2024 mempertemukan ribuan atlet terbaik dunia, termasuk banyak atlet wanita dengan pencapaian luar biasa di berbagai cabang olahraga. Berikut beberapa nama yang layak mendapat sorotan atas prestasi mereka, dari kolam renang hingga arena panahan.

Luana Alonso (Renang — Paraguay)

Luana Alonso memegang rekor nasional Paraguay untuk nomor 50 meter, 100 meter, dan 200 meter gaya kupu-kupu putri. Meski tidak menembus babak semifinal di Olimpiade Paris 2024, prestasinya di berbagai kejuaraan nasional dan internasional tetap membanggakan bagi delegasi Paraguay.

Darya Bilodid (Judo — Ukraina)

Pada 2018, Darya Bilodid menjadi juara dunia judo termuda dalam sejarah di usia 17 tahun, lalu mempertahankan gelarnya di Tokyo 2019 — menjadikannya judoka termuda yang dua kali menjuarai kejuaraan dunia. Prestasinya berlanjut dengan medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Ia dikenal dengan penguasaan teknik uchi mata dan ogi gari yang sulit dibaca lawan.

Ingrid Oliveira (Loncat Indah — Brasil)

Ingrid Oliveira mencatatkan pencapaian terbaik sejarah loncat indah Brasil dengan finis peringkat keempat nomor platform 10 meter di Kejuaraan Dunia Akuatik 2022. Ia kembali menunjukkan konsistensi dengan lolos ke final dan finis peringkat ke-12 pada 2023.

Shino Matsuda (Selancar — Jepang)

Pada usia 16 tahun, Shino Matsuda mengamankan tempat di Olimpiade 2020 lewat penampilannya di ISA World Surfing Games 2019, didukung kemenangan di Japan Open of Surfing. Sebagai peselancar goofy footer, ia dikenal dengan timing dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi ombak yang berbeda-beda di tiap lokasi bertanding.

Alex Walsh (Renang — Amerika Serikat)

Alex Walsh memborong tiga medali emas di Pan American Games 2019 dan meraih perak di Olimpiade Tokyo 2020. Ia melanjutkan pencapaiannya dengan memecahkan rekor AS Terbuka (2:07,84) di Kejuaraan Akuatik Dunia 2022, sekaligus menguasai keempat gaya renang dengan merata.

Alica Schmidt (Atletik — Jerman)

Alica Schmidt membawa tim estafet 4x400 meter Jerman meraih perak di Kejuaraan Atletik Eropa U-20 2017, disusul perunggu di Kejuaraan Eropa U-23 2019. Olimpiade Paris 2024 menjadi debut resminya di ajang multi-cabang setelah sebelumnya hanya berstatus cadangan di Tokyo 2020.

Zehra Gunes (Voli — Turki)

Zehra Gunes mencetak total 66 poin di VNL 2023, termasuk 35 poin serangan dan 30 poin blok, dengan rata-rata 6 poin per pertandingan. Sebagai middle blocker setinggi 198 cm, ia empat kali terpilih sebagai "Best Middle Blocker" di berbagai kejuaraan internasional dan menjadi andalan Vakifbank Istanbul.

Molly Caudery (Lompat Galah — Inggris)

Pada 22 Juni 2024 di Toulouse, Molly Caudery memecahkan rekor nasional Inggris dengan lompatan 4,92 meter — lompatan tertinggi di dunia sejak 2021. Ia dikenal dengan pendekatan teknis yang menggabungkan elemen dari berbagai atlet lain serta strategi visualisasi mental yang kuat.

Alysha Newman (Lompat Galah — Kanada)

Alysha Newman meraih posisi kedua di Weltklasse Zürich dengan lompatan 4,82 meter, membawanya ke final Diamond League Brussels. Ia juga tercatat sebagai juara Meeting de Paris 2019 dan pemegang rekor nasional Kanada di nomor lompat galah.

Yuliia Levchenko (Lompat Tinggi — Ukraina)

Yuliia Levchenko tampil di tiga Olimpiade berturut-turut (Rio 2016, Tokyo 2020, Paris 2024), dengan hasil terbaik peringkat kedelapan. Ia meraih emas di Kejuaraan U-23 Eropa 2017 dan perak di Kejuaraan Dunia 2017, dikenal dengan fleksibilitas tubuh yang memungkinkannya melompati mistar tanpa menyentuhnya.

Lieke Klaver (Lari — Belanda)

Lieke Klaver meraih emas di nomor estafet 4x400 meter putri pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019, dan tampil di Olimpiade Tokyo 2020 pada nomor 400 meter serta estafet campuran. Pada Februari 2022, ia memecahkan rekor pribadi 400 meter dengan catatan 51,20 detik.

Yana Egorian (Anggar — Rusia)

Yana Egorian meraih dua medali emas di Olimpiade 2016, baik di nomor individu maupun tim, dan kembali naik podium emas pada 2021. Ia dikenal dengan teknik anggar yang menggabungkan gerakan presisi tinggi di cabang yang sudah dipertandingkan sejak Olimpiade 1896.

Yuliya Efimova (Renang — Rusia)

Yuliya Efimova telah enam kali menjadi juara dunia renang, dengan perunggu gaya dada 200 meter di Olimpiade 2012 serta dua perak gaya dada 100 dan 200 meter di 2016.

Elena Kulichenko (Lompat Tinggi — Siprus)

Elena Kulichenko memecahkan rekor nasional Siprus dengan lompatan 1,95 meter di Kejuaraan SEC, Florida, Mei 2024, lalu meningkatkannya jadi 1,97 meter di final NCAA, Oregon, Juni 2024. Pada debut Olimpiadenya di Paris 2024, ia finis peringkat ketujuh di usia 22 tahun.

Dina Asher-Smith (Lari — Inggris)

Dina Asher-Smith menjadi wanita Inggris pertama yang meraih emas sprint 200 meter di Kejuaraan Dunia Atletik 2019 (21,88 detik), ditambah perak 100 meter dan estafet 4x100 meter. Ia juga wanita Inggris pertama yang berlari 100 meter di bawah 11 detik, dengan rekor nasional 10,83 detik di Kejuaraan Dunia 2019.

Ami Yuasa (Breakdance — Jepang)

Ami Yuasa mencatatkan sejarah sebagai peraih medali emas breakdance pertama saat cabang ini melakukan debut Olimpiade di Place de la Concorde, Paris, 9-10 Agustus 2024, bersaing dengan 32 atlet dalam format lima jam.

Larissa Pimenta (Judo — Brasil)

Larissa Pimenta memenangkan medali emas Kejuaraan Judo Pan Amerika lima kali berturut-turut, sebelum meraih perunggu di Olimpiade Paris 2024 dengan mengalahkan juara dunia Odette Giuffrida.

Sara Balzer (Anggar — Prancis)

Sara Balzer meraih perak di Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024, menjadikannya salah satu spesialis senjata sabre terbaik dunia berkat kemampuan membaca gerakan lawan yang luar biasa.

Rebecca Borga (Lari — Italia)

Rebecca Borga meraih perunggu estafet 4x400 meter di Kejuaraan Tim Atletik Eropa 2019, tampil di Olimpiade Tokyo 2020, dan mencatatkan rekor nasional Italia estafet 4x400 meter indoor (3:30,32) di Kejuaraan Indoor Eropa 2021.

Nevin Harrison (Kano — Amerika Serikat)

Nevin Harrison menjadi atlet AS pertama yang menjuarai ICF Canoe Sprint World Championships 2019 di nomor C-1 200m, lalu mempersembahkan emas kano sprint pertama AS di Olimpiade Tokyo 2020. Di Paris 2024, ia menambah koleksi perak di nomor Women's Sprint Canoe.

Jordyn Huitema (Sepak Bola — Kanada)

Pada usia 15 tahun, Jordyn Huitema menjadi pemain termuda ketiga yang mewakili tim senior Kanada, lalu menjadi pencetak gol termuda kedua di kualifikasi Olimpiade 2021 yang mengantarkan Kanada meraih emas. Ia juga tercatat sebagai top skorer Kanada di Liga Champions sebelum usia 20 tahun.

Hande Baladın (Voli — Turki)

Sebagai outside hitter setinggi 190 cm dengan jangkauan spike 315 cm, Hande Baladın menjadi salah satu pencetak angka terbanyak Turki di VNL 2023 dengan 73 poin. Ia meraih perak Kejuaraan Eropa 2019 dan emas Kejuaraan Dunia U23 2017 sebagai MVP sekaligus best outside spiker.

Sunisa Lee (Senam — Amerika Serikat)

Sunisa Lee meraih emas all-around putri di Olimpiade Tokyo 2020 dengan skor 57,433, menjadikannya wanita keturunan Hmong-Amerika pertama yang meraih emas Olimpiade. Di Paris 2024, ia menambah perunggu palang datar dan emas beregu serba bisa bersama tim AS.

Nadine Ungerank (Menembak — Austria)

Nadine Ungerank, spesialis nomor senapan 10m dan 50m, meraih perunggu Kejuaraan Eropa 2015 untuk tim senapan 50m prone junior putri, dan perunggu Kejuaraan Dunia ISSF 2023 untuk tim senapan 50m prone putri. Di Paris 2024, ia berpartisipasi di tiga nomor berbeda.

Fatima Diame (Lompat Jauh — Spanyol)

Fatima Diame mencatatkan lompatan sejauh 6,82 meter, menempatkannya sebagai salah satu pelompat jauh terbaik Eropa, dengan penampilan konsisten sepanjang Olimpiade Paris 2024.

Thet Htar Thuzar (Bulu Tangkis — Myanmar)

Thet Htar Thuzar meraih gelar internasional pertamanya di Egypt International 2018 dan memenangkan enam turnamen di sirkuit Afrika. Ia menjadi pemain bulu tangkis pertama Myanmar yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, berlatih sejak usia tujuh tahun di bawah bimbingan sang ayah, juara nasional empat kali.

Ana Paula Vazquez (Panahan — Meksiko)

Ana Paula Vazquez meraih perak bersama tim panahan putri Meksiko di Kejuaraan Dunia Panahan 2021, tampil di Olimpiade Tokyo 2020, dan menambah perunggu beregu di Olimpiade Paris 2024.

Angela Ruiz (Panahan — Meksiko)

Angela Ruiz meraih emas beregu di Kejuaraan Dunia Panahan 2023 Antalya serta perak individu di leg Medellin. Ia menambah emas beregu di Pesta Olahraga Amerika Tengah dan Karibia 2023 dan perak beregu putri di Pan American Games 2023, sebelum tampil di Olimpiade Paris 2024.

Luisa Blanco (Senam — Kolombia)

Luisa Blanco meraih juara NCAA nomor balance beam 2021 dengan skor 9,9625, serta emas all-around dan uneven bars di Kejuaraan Nasional Kolombia 2023. Ia mencetak tiga kali skor sempurna 10 di nomor balance beam sepanjang 2023, mengantarkannya ke final all-around Pan American Games 2023 dan tiket Olimpiade Paris 2024.

Maja Aleksić (Voli — Serbia)

Maja Aleksić menjadi bagian tim Serbia juara Kejuaraan Dunia 2018 dan emas Kejuaraan Eropa 2019, serta perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Sebagai middle blocker setinggi 188 cm, ia mencatatkan 21 poin blok dan 53 poin serangan di Kejuaraan Dunia Bola Voli Wanita FIVB 2022.

Giorgia Villa (Senam — Italia)

Giorgia Villa menjadi bagian tim senam Italia peraih perak di Olimpiade Paris 2024, dengan keahlian khusus di nomor palang bertingkat.

Hailey Van Lith (Basket 3x3 — Amerika Serikat)

Hailey Van Lith telah memenangkan lima medali emas bersama tim basket 3x3 AS di kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia FIBA 3x3 2023 dan Piala Dunia FIBA 3x3 U-18 2019. Di Olimpiade Paris 2024, ia meraih perunggu sebagai satu-satunya pemain perguruan tinggi dalam skuad AS.

FAQ Singkat

Berapa banyak atlet yang dibahas dalam artikel ini? Artikel ini merangkum 32 atlet wanita dari lebih dari 20 negara, mencakup lebih dari 20 cabang olahraga berbeda, mulai dari renang, atletik, hingga breakdance.

Prestasi apa yang tergolong bersejarah dari daftar ini? Ami Yuasa mencatat sejarah sebagai peraih emas breakdance pertama saat cabang ini debut di Olimpiade Paris 2024, sementara Sunisa Lee menjadi wanita keturunan Hmong-Amerika pertama yang meraih emas Olimpiade nomor all-around di Tokyo 2020.

Siapa atlet termuda dalam daftar ini? Angela Ruiz, pemanah asal Meksiko, baru berusia 17 tahun saat tampil di Olimpiade Paris 2024, setelah sebelumnya membawa pulang medali beregu di Kejuaraan Dunia Panahan dan Pan American Games 2023.

Negara mana yang paling banyak diwakili dalam daftar ini? Amerika Serikat, dengan empat atlet: Alex Walsh (renang), Nevin Harrison (kano), Sunisa Lee (senam), dan Hailey Van Lith (basket 3x3).

Labels : #Atlet ,

Posting Komentar