10 Tahun Lalu: 10 Lagu Terbaik Indonesia 2016

Bernostalgia ke tangga lagu Indonesia 2016 — dari "Kesempurnaan Cinta" Rizky Febian sampai "Pamit" Tulus — tepat satu dekade setelah jadi juara chart.
10 Tahun Lalu: 10 Lagu Terbaik Indonesia di Chart 2016

10 Tahun Lalu: 10 Lagu Terbaik Indonesia di Chart 2016

Sepuluh tahun sudah berlalu sejak lagu-lagu ini menguasai radio, televisi, dan playlist banyak orang Indonesia. Berdasarkan data arsip Lagu Juara, berikut 10 lagu yang paling lama bertahan di tangga lagu Indonesia sepanjang 2016 — sebagian masih sering diputar sampai sekarang, sebagian lagi jadi kapsul waktu yang layak dibuka kembali.

1. Kesempurnaan Cinta — Rizky Febian

Lagu ini bukan sekadar debut biasa. Rizky Febian menciptakannya sendiri saat masih remaja, terinspirasi dari kisah cinta kedua orang tuanya, Sule dan mendiang Lina Jubaedah. Ia belajar menyanyi dan mencari nada secara otodidak lewat YouTube selama tiga bulan sebelum akhirnya lagu ini rampung — dan berkat sang ayah yang sering memutarnya, lagu ini didengar oleh eksekutif stasiun televisi yang akhirnya mengajaknya rekaman resmi. Satu dekade kemudian, lagu ini masih jadi identitas awal karier Rizky Febian di industri musik.

2. Percayalah — Afgan, Raisa

Duet ini pertama kali dirilis November 2015 dan sempat menjadi soundtrack film "London Love Story" dengan aransemen berbeda. Sebelum masuk chart tahunan 2016, lagu ini sudah tercatat sebagai salah satu lagu Indonesia paling banyak diputar di Spotify sepanjang 2015. Bagi Afgan, lagu ini bermakna soal pentingnya menunjukkan kasih sayang secara terbuka; bagi Raisa, lebih ke soal keyakinan dalam mencintai.

3. Sahabat Jadi Cinta — Mike Mohede

Lagu ini punya lapisan makna yang lebih berat dari sekadar tema cinta yang bersemi dari persahabatan. Mike Mohede, pemenang Indonesian Idol musim kedua, meninggal dunia karena serangan jantung pada 31 Juli 2016 di usia 32 tahun — di tahun yang sama lagu ini masih terus bertahan di papan atas chart. Popularitasnya yang berkepanjangan sepanjang 2016 turut menjadi cara publik mengenang salah satu suara terbaik yang pernah dihasilkan ajang pencarian bakat Tanah Air.

4. Kali Kedua — Raisa

Single kedua dari album ketiga Raisa, "Handmade" (2016), yang juga melahirkan "Percayalah". Tahun 2016 sendiri jadi periode sibuk bagi Raisa — selain merilis album ini, ia juga menggelar showcase "Handmade" di Ciputra Artpreneur dan tur ke sejumlah kota besar Indonesia pada periode yang sama.

5. Kau Adalah — Isyana Sarasvati, Rayi Putra

Kolaborasi ini masuk nominasi Song of the Year dan Best Production Works di Indonesian Choice Awards 2016 — tahun yang sama Isyana juga menyabet gelar Female Singer of the Year dan Album of the Year lewat album debutnya, "Explore!". Wajar kalau 2016 sering disebut sebagai tahun ketika nama Isyana benar-benar meledak di industri musik Indonesia.

6. Para Pemenang — RAN, Tulus

Kolaborasi kedua RAN dan Tulus setelah "Kita Bisa", dirilis 2015 namun masih bertahan kuat sepanjang 2016. Bertolak belakang dengan lagu-lagu Tulus yang biasanya reflektif, "Para Pemenang" tampil dengan semangat penuh optimisme tentang transformasi diri dan merayakan keberhasilan menaklukkan tantangan — sudah pernah kita bahas lebih dalam di artikel 10 tahun perjalanan Tulus.

7. PMS — Abdul Coffee Theory

Salah satu entri paling unik di daftar ini — judulnya saja sudah mengundang rasa penasaran. Abdul Coffee Theory jadi salah satu nama yang berhasil menembus chart utama di tengah dominasi musisi-musisi besar label mayor pada 2016, bukti bahwa selera pendengar musik Indonesia saat itu cukup beragam.

8. Ku Ingin Kau Tahu — The Overtunes

The Overtunes, duo kakak-beradik Charlie dan Jonathan Cornelius Setiawan, ikut meramaikan chart 2016 lewat lagu ini. Grup ini dikenal lewat gaya vokal yang halus dan harmoni khas duo, dan berhasil bersaing dengan banyak nama solo besar di papan atas chart tahun itu.

9. Pamit — Tulus

Single dari album ketiga Tulus, "Monokrom", dengan produksi ambisius yang melibatkan 50 musisi dari City of Prague Philharmonic Orchestra. Kisah lengkap di balik lagu ini sudah pernah kita ulas dalam artikel perjalanan satu dekade Tulus.

10. Jakarta Ramai — Maudy Ayunda

Ditulis dan dibawakan Maudy Ayunda pada masa awal kariernya sebelum ia lebih dikenal luas lewat perannya di film-film besar dan kariernya di dunia pendidikan internasional (Oxford dan Stanford). Lagu ini jadi salah satu bukti bahwa Maudy sudah serius di dunia musik jauh sebelum namanya makin dikenal lewat berbagai bidang lainnya.

Kenapa Nostalgia 2016 Masih Terasa Related

Satu benang merah yang menarik dari daftar ini: banyak nama yang muncul di 2016 masih aktif dan relevan satu dekade kemudian — Tulus, Raisa, dan Isyana Sarasvati bahkan masih rutin merilis karya baru hingga sekarang. Ini menunjukkan bahwa chart 2016 bukan sekadar kumpulan hits musiman, melainkan titik awal dari beberapa karier musik paling tahan lama di industri musik Indonesia modern.

FAQ Singkat

Lagu apa yang paling lama bertahan di puncak chart Indonesia 2016? Berdasarkan data Lagu Juara, "Kesempurnaan Cinta" dari Rizky Febian tercatat sebagai lagu dengan masa bertahan terlama di chart sepanjang 2016.

Musisi mana dari chart 2016 ini yang masih aktif berkarya sekarang? Tulus, Raisa, dan Isyana Sarasvati termasuk yang paling konsisten merilis karya baru hingga satu dekade kemudian.

Labels : #Chart ,#Musik ,

Posting Komentar